Rabu, 03 April 2013

keutamaan salawat

Keutamaan Shalawat Untuk
NABI
(Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam)
 
Disusun Oleh:
Penerbit Darul Qosim
Penerjemah :
Sholahuddin Abdul Rahman, Lc
Murajaah :
Abu Ziyad
فضل الصلاة على النبيصلى الله عليه وسلم
 
القسمالعلميبدارالقاسم
 
صلاحالدينعبدالرحمن
 
أبوزياد
Maktab Dakwah Dan Bimbingan Jaliyat Rabwah

1428 – 2007
 
1
بسماللهالرحمنالرحيم
Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta Alam, sholawat dan salam untuk Nabi dan
Rasul yang paling mulia, Nabi kita Muhammad, beserta keluarga dan para
sahabatnya.
Sesungguhnya Allah dengan segala kekuasaan-Nya telah mengutus nabi-Nya
Muhammad dan telah memberinya kekhususan dan kemuliaan untuk
menyampaikan risalah. Ia telah menjadikannya rahmat bagi seluruh alam dan
pemimpin bagi orang-orang yang bertaqwa serta menjadikannya orang yang
dapat memberi petunjuk ke jalan yang lurus. Maka seorang hamba harus taat
kepadanya, menghormati dan melaksanakan hak-haknya. Dan di antara hakhaknya
adalah Allah mengkhususkan baginya sholawat dan memerintahkan kita
untuk itu di dalam kitab-Nya yang agung (Al-Qur’an) dan Sunnah nabi-Nya yang
mulia (Hadits). Di mana orang yang yang bersholawat untuknya akan
memperoleh pahala yang berlipat ganda. Maka sungguh berbahagialah orang
yang mendapatkan itu. Dan karena masalah ini memiliki urgensi yang sangat
besar dan pahala yang besar pula, maka kami merasa perlu untuk mengeluarkan
tulisan-tulisan sederhana ini, yang di dalamnya terdapat motivasi untuk
memperbanyak sholawat dan salam untuk nabi dan rasul yang paling mulia ini.
Ya Allah! Berilah Sholawat dan Salam atas nabi dan kekasih-Mu Muhammad
selama siang dan malam yang silih berganti.
Pengertian Sholawat dan Salam atas nabi sollallohu ‘alaihi wa sallam:
Allah subhaanhu wa ta’aala berfirman:
 {    }
“Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bersholawat untuk nabi. Hai
orang-orang yang beriman, bersholawatlah kamu untuk nabi dan ucapkanlah
salam penghormatan kepadanya.” (Q.S. Al-Ahzab: 56)
Ibnu Katsir-Rahimahullah- berkata: “Maksud ayat ini adalah bahwa Allah
subhaanhu wa ta’aala mengabarkan kepada hamba-hamba-Nya tentang
2
kedudukan hamba dan nabi-Nya (Muhammad) di sisi-Nya di langit di mana
malaikat-malaikat bersholawat untuknya, lalu Allah subhaanhu wa ta’aala
memerintahkan makhluk-makhluk yang ada di bumi untuk bersholawat dan salam
untuknya, agar pujian tersebut berkumpul untuknya dari seluruh alam baik yang
ada di atas maupun yang ada di bawah.”
Ibnul Qoyyim -Rahimahullah- berkata dalam buku “Jalaul Afham”: “Artinya
bahwa jika Allah dan malaikat-malaikat-Nya bersholawat untuk rasul-Nya, maka
hendaklah kalian juga bersholawat dan salam untuknya karena kalian telah
mendapatkan berkah risalah dan usahanya, seperti kemuliaan di dunia dan di
akhirat.”
Banyak pendapat tentang pengertian Sholawat untuk nabi sollallohu ‘alaihi wa
sallam
, dan yang benar adalah seperti apa yang dikatakan oleh Abul Aliyah:
“Sesungguhnya Sholawat dari Allah itu adalah berupa pujian bagi orang yang
bersholawat untuk beliau di sisi malaikat-malaikat yang dekat” -Imam Bukhari
meriwayatkannya dalam Shohihnya dengan komentar yang kuat- Dan ini adalah
mengkhususkan dari rahmat-Nya yang bersifat umum. Pendapat ini diperkuat oleh
syekh Muhammad bin ‘Utsaimin.
Salam: Artinya keselamatan dari segala kekurangan dan bahaya, karena dengan
merangkaikan salam itu dengan sholawat maka kitapun mendapatkan apa yang
kita inginkan dan terhapuslah apa yang kita takutkan. Jadi dengan salam maka
apa yang kita takutkan menjadi hilang dan bersih dari kekurangan dan dengan
sholawat maka apa yang kita inginkan menjadi terpenuhi dan lebih sempurna.
Demikian yang dikatakan oleh Syekh Muhammad bin ‘Utsaimin.
Hukum Sholawat Untuk Nabi sollallohu ‘alaihi wa sallam
Menurut madzhab Hanbaliy, sholawat dalam tasyahhud akhir itu adalah
termasuk di antara rukun-rukun sholat.
Al-Qodhi Abu Bakar bin Bakir berkata: “Allah subhaanhu wa ta’aala telah
mewajibkan makhluk-Nya untuk bersholawat dan salam untuk nabi-Nya, dan tidak
menjadikan itu dalam waktu tertentu saja. Jadi yang wajib adalah hendaklah
seseorang memperbanyak sholawat dan salam untuk beliau dan tidak
melalaikannya.”
3
Saat-Saat Yang Disunnahkan dan Dianjurkan Membaca Sholawat dan Salam
Untuk Nabi sollallohu ‘alaihi wa sallam:
1. Sebelum berdoa:
Fadhalah bin ‘Abid berkata: “Rasulullah sollallohu ‘alaihi wa sallam mendengar
seorang laki-laki berdoa dalam sholatnya, tetapi tidak bersholawat untuk nabi
sollallohu ‘alaihi wa sallam, maka beliau bersabda: “Orang ini tergesa-gesa” Lalu
beliau memanggil orang tersebut dan bersabda kepadanya dan kepada yang
lainnya:
         
“Bila salah seorang di antara kalian sholat (berdoa) maka hendaklah ia
memulainya dengan pujian dan sanjungan kepada Allah lalu bersholawat untuk
nabi, kemudian berdoa setelah itu dengan apa saja yang ia inginkan.”
[H.R. Abu Daud, Tirmidzi, Ahmad dan Hakim]
Dalam salah satu hadits disebutkan:
     
“Doa itu terhalangi, hingga orang yang berdoa itu bersholawat untuk nabi
sollallohu ‘alaihi wa sallam.” [H.R. Thabarani]
Ibnu ‘Atha berkata: “Doa itu memiliki rukun-rukun, sayap-sayap, sebab-sebab dan
waktu-waktu. Bila bertepatan dengan rukun-rukunnya maka doa itu menjadi kuat,
bila sesuai dengan sayap-sayapnya maka ia akan terbang ke langit, bila sesuai
dengan waktu-waktunya maka ia akan beruntung dan bila bertepatan dengan
sebab-sebabnya maka ia akan berhasil.”
Adapun rukun-rukunnya adalah menghadirkan hati, perasaan tunduk,
ketenangan, kekhusyu’an, dan ketergantungan hati kepada Allah, sayapsayapnya
adalah jujur, waktu-waktunya adalah di saat sahur dan sebabsebabnya
adalah sholawat untuk nabi sollallohu ‘alaihi wa sallam.
2. Ketika menyebut, mendengar dan menulis nama beliau:
Rasulullah sollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda:
     
“Celakalah seseorang yang namaku disebutkan di sisinya lalu ia tidak bersholawat
untukku.” [H.R. Tirmidzi dan Hakim]
4
3. Memperbanyak sholawat untuknya pada hari Jum’at:
Dari ‘Aus bin ‘Aus berkata: “Rasulullah sollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda:
           
“Sesungguhnya di antara hari-hari yang paling afdhal adalah hari Jum’at, maka
perbanyaklah sholawat untukku pada hari itu, karena sholawat kalian akan
sampai kepadaku......” [H. R. Abu Daud, Ahmad dan Hakim]
4. Sholawat untuk nabi ketika menulis surat dan apa yang ditulis setelah
Basmalah:
Al-Qodhi ‘Iyadh berkata: “Inilah saat-saat yang tepat untuk bersholawat yang telah
banyak dilakukan oleh umat ini tanpa ada yang menentang dan mengingkarinya.
Dan tidak pula pada periode-periode awal. Lalu terjadi penambahan pada masa
pemerintahan Bani Hasyim -Daulah ‘Abbasiah- lalu diamalkan oleh umat manusia
di seluruh dunia.”
Dan di antara mereka ada pula yang mengakhiri bukunya dengan sholawat.
5. Ketika masuk dan keluar mesjid:
Dari Fatimah -Radhiyallahu ‘Anha- berkata: “Rasulullah sollallohu ‘alaihi wa sallam
bersabda: “Bila anda masuk mesjid, maka ucapkanlah:
          

”Dengan nama Allah, salam untuk Rasulullah, ya Allah sholawatlah untuk
Muhammad dan keluarga Muhammad, ampunilah kami dan mudahkanlah bagi
kami pintu-pintu rahmat-Mu.”
“Dan bila keluar dari mesjid maka ucapkanlah itu, tapi (pada penggalan akhir)
diganti dengan:
 
“Dan permudahlah bagi kami pintu-pintu karunia-Mu.” [H.R. Ibnu Majah dan
Tirmidzi]
5
Cara Sholawat dan Salam Untuk Rasulullah sollallohu ‘alaihi wa sallam
Allah sollallohu ‘alaihi wa sallam berfirman:
{    }
“Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bersholawat untuk nabi. Hai
orang-orang yang beriman, bersholawatlah kamu untuk nabi dan ucapkanlah
salam penghormatan kepadanya.” (Q.S. Al-Ahzab: 56)
Jadi yang utama adalah dengan menggandengkan sholawat dan salam bersamasama,
dengan harapan agar doanya dapat dikabulkan oleh Allah sollallohu ‘alaihi
wa sallam Inilah bentuk sholawat dan salam untuk beliau sollallohu ‘alaihi wa
sallam Dari Abi Muhammad bin ‘Ajrah -Radhiyallahu ‘Anhu- berkata: “Rasulullah
sollallohu ‘alaihi wa sallam keluar kepada kami, lalu saya berkata: “Wahai
Rasulullah! Kami telah mengetahui bagaimana kami memberi salam kepadamu,
maka bagaimana kami bersholawat untukmu?” Maka beliau bersabda:
“Katakanlah:
      
“Ya Allah! Berkatilah Muhammad dan keluarga Muhammad sebagaimana Engkau
telah memberkati keluarga Ibrahim. Sesungguhnya Engkaulah Maha Terpuji lagi
Maha Pemurah.” [Muttafqun ‘Alaihi]
Dan dari Abi Hamid As-Sa’id -Radhiyallahu ‘Anhu- berkata: “Mereka bertanya: “Ya
Rasulullah bagaimana kami bersholawat untukmu? Beliau menjawab: “Katakanlah:
       
 
“Ya Allah! Berilah sholawat untuk Muhammad, istri-istri dan keturunannya,
sebagaimana Engkau memberi sholawat untuk Ibrahim. Berkatilah Muhammad,
istri-istri dan keturunannya, sebagaimana Engkau memberkati Ibrahim.
Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Pemurah.” [Muttafaqun ‘Alaihi]
Kedua hadits ini menunjukkan bentuk sholawat yang sempurna untuk
Rasulullah sollallohu ‘alaihi wa sallam.
Keutamaan Sholawat dan Salam Untuk Nabi sollallohu ‘alaihi wa sallam
6
Dari Umar -Radhiyallahu ‘Anhu berkata: “Saya telah mendengar Rasulullah
sollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda:
         
       
  
“Jika kalian mendengar orang yang adzan maka ucapkanlah seperti apa yang ia
ucapkan dan bersholawatlah untukku karena barangsiapa yang bersholawat
untukku sekali maka Allah akan bersholawat untuknya sepuluh kali, kemudian
mintalah wasilah (kedudukan mulia di surga) untukku, karena ia adalah suatu
kedudukan di surga yang tidak pantas diberikan kecuali kepada seorang hamba
dari hamba-hamba Allah dan semoga akulah hamba itu, maka barangsiapa yang
memohon untukku wasilah maka ia berhak mendapatkan syafa’at.”
[H.R. Muslim]
Rasulullah sollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda:
     
“Barangsiapa yang bersholawat untukku di waktu pagi sepuluh kali dan di waktu
sore sepuluh kali, maka ia berhak mendapatkan syafa’atku.” [H.R. Thabarani]
Rasulullah sollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda:
  
“Barangsiapa yang bersholawat atasku sekali, maka Allah akan bersholawat
untuknya sepuluh kali.” [H.R. Muslim, Ahmad dan perawi hadits yang tiga]
Dan dari Abdurrahman bin ‘Auf -Radhiyallahu ‘Anhu- berkata: “Saya telah
mendatangi nabi sollallohu ‘alaihi wa sallam ketika ia sedang sujud dan
memperpanjang sujudnya. Beliau bersabda:“Saya telah didatangi Jibril, ia berkata:
“Barangsiapa yang bersholawat untukmu, maka saya akan bersholawat untuknya
dan barangsiapa yang memberi salam untukmu maka saya akan memberi salam
untuknya, maka sayapun bersujud karena bersyukur kepada Allah.” [H.R. Hakim,
Ahmad dan Jahadhmiy]
Ya’qub bin Zaid bin Tholhah At-Taimiy berkata: “Rasulullah sollallohu ‘alaihi wa
sallam bersabda: “Telah datang kepadaku (malaikat) dari Tuhanku dan berkata:
7
“Tidaklah seorang hamba yang bersholawat untukmu sekali kecuali Allah akan
bersholawat untuknya sepuluh kali.” Maka seseorang menuju kepadanya dan
bertanya: “Ya Rasulullah! Apakah saya jadikan seperdua doaku untukmu?” Beliau
menjawab: “Jika anda mau”. Lalu bertanya: “Apakah saya jadikan sepertiga
doaku?” Beliau bersabda: “Jika anda mau” Ia bertanya: “Kalau saya jadikan
seluruh doaku?” Beliau bersabda: “Jika demikian maka cukuplah Allah sebagai
motivasi dunia dan akhiratmu.” [H.R. Al-Jahdhami, Al-Albani berkata: “Hadits
Mursal dengan Isnad yang Shohih]
Dari Abdullah bin Mas’ud dari Nabi sollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda:
   
“Sesungguhnya Allah memiliki malaikat-malaikat yang berkeliling menyampaikan
salam kepadaku dari umatku.” [H.R. Nasa’i dan Hakim]
Rasulullah sollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Barangsiapa yang bersholawat
untukku sekali maka Allah akan bersholawat untuknya sepuluh kali, diampuni
sepuluh dosa-dosanya dan diangkat baginya sepuluh derajat.” [H.R. Ahmad dan
Bukhari, Nasa’i dan Hakim dan ditashih oleh Al-Albani]
Hadits marfu’ dari Ibnu Mas’ud: “Manusia yang paling utama di sisiku pada hari
kiamat adalah orang yang paling banyak bersholawat untukku.” [H.R. Tirmidzi
dan berkata: “Hasan ghorib dan H.R. Ibnu Hibban]
Dari Jabir bin Abdullah berkata: “Nabi sollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Barangsiapa yang ketika mendengarkan adzan membaca:
         
  
“Ya Allah! Tuhan pemilik adzan yang sempurna ini dan sholat yang ditegakkan,
berilah Muhammad wasilah dan fadhilah dan bangkitkanlah ia pada tempat terpuji
yang telah Engkau janjikan untuknya.”
Maka ia berhak mendapatkan syafa’at pada hari kiamat. [H.R. Bukhari dalam
shohihnya]
Celaan Bagi Yang Tidak Bersholawat Untuk Nabi.
8
Dari Abu Huraerah -Radhiyallahu ‘Anhu- berkata: “Rasulullah sollallohu ‘alaihi wa
sallam bersabda: “Celakalah seseorang yang jika namaku disebut di sisinya ia
tidak bersholawat untukku, celakalah seseorang, ia memasuki bulan Ramadhan
kemudian keluar sebelum ia diampuni, celakalah seseorang, kedua orang tuanya
telah tua tetapi keduanya tidak memasukkannya ke dalam surga.” Abdurrahman
salah seorang perawi hadits dan Abdurrahman bin Ishak berkata: “Saya kira ia
berkata: “Atau salah seorang di antara keduanya” [H.R.
Tirmidzi dan Bazzar]
Dari Ali bin Abi Thalib, dari Rasulullah sollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda:
        
“Orang yang paling bakhil adalah seseorang yang jika namaku disebut ia tidak
bersholawat untukku.” [H.R. Nasa’i, Tirmidzi dan Thabaraniy]
Dari Ibnu Abbas, Rasul sollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda:
   
“Barangsiapa yang lupa mengucapkan sholawat untukku maka ia telah menyalahi
jalan surga.” [Telah ditashih oleh Al-Albani]
Dari Abu Hurairah, Abul Qosim bersabda: “Suatu kaum yang duduk pada suatu
majelis lalu mereka bubar sebelum dzikir kepada Allah dan bersholawat untuk nabi
sollallohu ‘alaihi wa sallam, maka Allah akan menimpakan kebatilan atas mereka,
bila Ia menghendaki maka mereka akan disiksa dan bila Ia menghendaki maka
mereka akan diampuni.” [H.R. Tirmidzi dan mentahsinnya serta Abu Daud]
Diriwayatkan oleh Abu Isa Tirmidzi dari sebagian ulama berkata: “Jika seseorang
bersholawat untuk nabi sollallohu ‘alaihi wa sallam sekali dalam suatu majelis,
maka itu sudah memadai dalam majelis tersebut.”
Faedah dan Buah Sholawat Untuk Nabi sollallohu ‘alaihi wa sallam:
Ibnul Qoyyim menyebutkan 39 manfaat sholawat untuk nabi sollallohu ‘alaihi wa
sallam, di antaranya adalah sebagai berikut:
1.Melaksanakan perintah Allah subhaanahu wa ta’aala
2.Mendapatkan sepuluh sholawat dari Allah bagi yang membaca sholawat
satu kali.
9
3.Ditulis baginya sepuluh kebaikan dan dihapus darinya sepuluh kejahatan.
4.Diangkat baginya sepuluh derajat.
5.Kemungkinan doanya terkabul bila ia mendahuluinya dengan sholawat, dan
doanya akan naik menuju kepada Tuhan semesta alam.
6.Penyebab mendapatkan syafa’at sollallohu ‘alaihi wa sallam bila diiringi oleh
permintaan wasilah untuknya atau tanpa diiringi olehnya.
7.Penyebab mendapatkan pengampunan dosa.
8.Dicukupi oleh Allah apa yang diinginkannya.
9.Mendekatkan hamba dengan nabi sollallohu ‘alaihi wa sallam pada hari
kiamat.
10.Menyebabkan Allah dan malaikat-Nya bersholawat untuk orang yang
bersholawat.
11.Nabi sollallohu ‘alaihi wa sallam menjawab sholawat dan salam orang yang
bersholawat untuknya.
12.Mengharumkan majelis dan agar ia tidak kembali kepada keluarganya
dalam keadaan menyesal pada hari kiamat.
13.Menghilangkan kefakiran.
14.Menghapus predikat “kikir” dari seorang hamba jika ia bersholawat untuk
nabi sollallohu ‘alaihi wa sallam ketika namanya disebut.
15.Orang yang bersholawat akan mendapatkan pujian yang baik dari Allah di
antara penghuni langit dan bumi, karena orang yang bersholawat, memohon
kepada Allah agar memuji, menghormati dan memuliakan rasul-Nya, maka
balasan untuknya sama dengan yang ia mohonkan, maka hasilnya sama dengan
apa yang diperoleh oleh rasul-Nya.
16.Akan mendapatkan berkah pada dirinya, pekerjaannya, umurnya dan
kemaslahatannya, karena orang yang bersholawat itu memohon kepada
Tuhannya agar memberkati nabi-Nya dan keluarganya, dan doa ini terkabul
dan balasannya sama dengan permohonannya.
17.Nama orang yang bersholawat itu akan disebutkan dan diingat di sisi Rasul
sollallohu ‘alaihi wa sallam seperti penjelasan terdahulu, sabda Rasul:
“Sesungguhnya sholawat kalian akan diperdengarkan kepadaku.” Sabda beliau
yang lain: “Sesungguhnya Allah mewakilkan malaikat di kuburku yang
menyampaikan kepadaku salam dari umatku.” Dan cukuplah seorang hamba
10
mendapatkan kehormatan bila namanya disebut dengan kebaikan di sisi
Rasulullah sollallohu ‘alaihi wa sallam.
18.Meneguhkan kedua kaki di atas Shirath dan melewatinya berdasarkan
hadits Abdurrahman bin Samirah yang diriwayatkan oleh Said bin Musayyib
tentang mimpi Rasulullah sollallohu ‘alaihi wa sallam: “Saya melihat seorang di
antara umatku merangkak di atas Shirath dan kadang-kadang berpegangan lalu
sholawatnya untukku datang dan membantunya berdiri dengan kedua kakinya
lalu menyelamatkannya.” [H.R. Abu Musa Al-Madiniy]
19.Akan senantiasa mendapatkan cinta Rasulullah sollallohu ‘alaihi wa sallam
bahkan bertambah dan berlipat ganda. Dan itu termasuk ikatan Iman yang
tidak sempurna kecuali dengannya, karena seorang hamba bila senantiasa
menyebut nama kekasihnya, menghadirkan dalam hati segala kebaikankebaikannya
yang melahirkan cinta, maka cintanya itu akan semakin berlipat
dan rasa rindu kepadanya akan semakin bertambah, bahkan akan menguasai
seluruh hatinya. Tetapi bila ia menolak mengingat dan menghadirkannya
dalam hati, maka cintanya akan berkurang dari hatinya. Tidak ada yang lebih
disenangi oleh seorang pecinta kecuali melihat orang yang dicintainya dan
tiada yang lebih dicintai hatinya kecuali dengan menyebut kebaikankebaikannya.
Bertambah dan berkurangnya cinta itu tergantung kadar
cintanya di dalam hati, dan keadaan lahir menunjukkan hal itu.
20.Akan mendapatkan petunjuk dan hati yang hidup. Semakin banyak ia
bersholawat dan menyebut nabi, maka cintanyapun semakin bergemuruh di
dalam hatinya sehingga tidak ada lagi di dalam hatinya penolakan terhadap
perintah-perintahnya, tidak ada lagi keraguan terhadap apa-apa yang
dibawanya, bahkan hal tersebut telah tertulis di dalam hatinya, menerima
petunjuk, kemenangan dan berbagai jenis ilmu darinya. Ulama-ulama yang
mengetahui dan mengikuti sunnah dan jalan hidup beliau, setiap
pengetahuan mereka bertambah tentang apa yang beliau bawa, maka
bertambah pula cinta dan pengetahuan mereka tentang hakekat sholawat
yang diinginkan untuknya dari Allah.
Sholawat dan salam untuk nabi kita Muhammad, keluarga dan para
sahabatnya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar